Materi Pecinta Alam. Powered by Blogger.
RSS

Mengenal Tali Kernmantel

 

Tali kernmantel adalah tali yang didesain atau dibuat untuk keperluan aktifitas outdoor atau bisa juga untuk keperluan rescue.

Struktur dari tali kernmantel sendiri ada 2, yang pertama adalah bagian inti yang terbuat dari serat-serat nilon, dan yang kedua sesuai dengan namanya adalah bagian mantel atau bagian luar yang melindungi serat inti.

Tali kernmantel ini memiliki banyak fungsi, yang paling sering digunakan adalah untuk kegiatan outdoor seperti climbing, rappelling, caving gua vertikal. Selain kegiatan outdoor, kegiatan rescue atau penyelamatan juga sering menggunakan tali ini seperti penyelamatan disumur.

Dari sekian banyaknya fungsi tentu tali kernmantel dibuat dengan berbagai jenis untuk menyesuaikan kegunaan. Tali kernmantel ada 3 jenis, yaitu :

1. Tali Kernmantel Statis
Tali jenis ini memiliki kelenturan atau daya renggang sekitar 15%. Melihat kelenturan tali ini cukup rendah, untuk itu tali ini biasa digunakan untuk kegiatan rappelling dan caving gua vertikal. Ciri dari tali kernmantel statis ini adalah warnanya biasanya putih/polos dengan sedikit corak tujuannya agar terlihat apabila digunakan saat caving digua yang gelap, yang kedua tali ini apabila dipegang dan di tekuk cukup kaku apalagi kalau kondisinya masih baru.

2. Tali Kernmantel Dinamis
Tali ini mempunyai daya renggang antara 25%-30%, kelenturan tali ini lebih tinggi dibanding kernmantel statis. Karena kelenturannya tinggi maka kemungkinan pemantulannya juga tinggi, untuk itu tali ini biasa dimanfaatkan untuk kegiatan climbing atau rock climbing dengan tujuan jika pemanjat jatuh maka pemanjat tidak langsung terhentak. ciri dari tali kernmantel statis adalah yang pertama biasanya warnanya mencolok & terang seperti merah terang, biru, dan ungu, yang kedua jika dipegang dan ditekuk terasa lemas/ tidak sekaku kernmantel statis.

3. Tali Kernmantel Semi Statis
Tali ini mempunya diya renggang diantara tali statis dan dinamis. Tali ini biasa digunakan untuk kegiatan rescue. Alasan digunakan untuk kegiatan rescue adalah tali ini memiliki masing-masing sifat dari kernmantel statis dan dinamis.

Sekian postingan kali ini, Salam Lestari..
Baca selengkapnya »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Membuat Bivoack Buatan Jenis Individu

Postingan kali ini membahas cara pembuatan bivoack buatan lebih detailnya bivoack buatan jenis individu, biasanya bivoack ini dipraktekkan dan dipake materi di kegiatan diklatsar, termasuk di PA ane., Langsung saja kita bahas apa itu bivoack dan cara pembuatannya.,
Bivoack adalah tempat tinggal atau tempat perlindungan sementara yang dipergunakan saat kita dalam keadaan yang terdesak dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, seperti saat terjadi badai.


Macam-macam bivoack :

1. Bivoack Alam
Bivoack ini dibuat dari sesuatu yang alami atau sudah ada di alam. Bivoack ini dapat berupa gua, celah antara dua tebing dan dapat dibuat dengan batang yang roboh, pohon muda, dll.

2. Bivoack Buatan
Bivoack ini dibuat dari bahan bahan buatan manusia & biasanya dapat kita temui di toko- toko. Bivoack jenis ini dapat dibuat dengan mantol kelelawar, flysheet, & lembaran plastik. Kalo di PA ane, bivoack buatan itu dibagi lagi menjadi 2, yaitu bivoack individu dan kelompok. Artinya kalo individu itu hanya bias dipakai untuk satu orang, dan kalau bivoack kelompok dapat dipakai untuk 2-4 orang.

Tapi kali ini kita akan fokus membahas cara membuat bivoack buatan untuk 1 orang atau individu dengan mantol kelelawar/ponco/jas hujan, dan sebelum membuatnya kita perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini :

1. Tempatnya rata, tidak ditempat yang miring.
2. Pemilihan pohon harus kuat, tidak rapuh, dan hindari pembuatan bivoack dibawah pohon kelapa.
3. Dekat dengan sumber air.
4. Tempat pembuatan bivoack tidak merupakan jalan air, hewan, dan manusia.
5. Tidak dekat dengan sarang serangga dan pohon beracun.
6. Usahakan tempatnya tidak dekat dengan tebing yang labil.
7. Jangan merusak alam.

Alat dan bahan untuk membuat bivoack buatan dengan ponco :

1. Mantol ponco (1 buah
2. Patok besi/kayu (4-6)
3. Tali Pramuka (Secukupnya)
4. Matras (1 buah, untuk alas)
5. Kerikil/biji pohon (4-6, untuk mengaitkan mantol dengan tali bila mantol tidak ada lubang di ujung)
6. Gunting atau pisau

Langkah-langkah membuat bivoack buatan dengan mantol kelelawar :

1. Observasi dahulu, pilih pohon yang kuat dan sesuaikan jarak antara pohon satu dengan satunya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Jarak antara pohon pastikan sesuai dengan panjang mantol ditambah sedikit untuk tempat masuk dan tempat carrier/tas. Jadi kalau kita sudah masuk dalam bivoack, carrier dapat ditempatkan ditempat kita masuk tadi untuk menghindari angin masuk apabila terjadi badai.

 
 
 
 
2. Ikatkan tali pada kedua pohon sekencang mungkin , tinggi tali sebaiknya setinggi lutut, dan tali usahakan kencang / tidak kendur, kemudian tekuk mantol menjadi 2 bagian sama panjang dan letakkan mantol diatas tali serta rapatkan matol di salah satu ujung pohon., Penampakan seperti dibawah ini.
 
 
 
3. Ambil kerikil/biji dan letakkan kerikil dibawah mantol dibagian ujung mantol, dan ikat dengan tali., Cara ini dipakai untuk mantol yang ujungnya tidak terdapat lubang, jika mantolnya terdapat lubang tinggal diikat dengan tali. Penampakan di bawah.
 


 
4. Ikatkan dengan patok dengan simpul jangkar agar mudah mengatur panjang pendeknya tali, untuk menghindari angin masuk, usahakan patok rapat dengan ujung mantol.
 
 
5. Tancapkan patok ke tanah dan usahakan panjang mantol di kedua sisi sama panjang. Serta buat mantol setegang mungkin agar apabila terjadi hujan air tidak menggenang di mantol.
 
 
 



 
 

6. Jangan lupa bagian penuup kepala di ikat agar air tidak bisa masuk. Dan apabila persediaan air kita menipis kita dapat mengarahkan penutup kepala yang sudah diikat tadi ke arah atas untuk menampung air hujan. Seperti gambar dibawah ini.
 
 
7. Hasil akhir
 
 


 
 
Sekian postingan saya kali ini, jangan lupa meninggalkan jejak, dan selamat mencoba.,
Salam Lestari..
Baca selengkapnya »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SRT Set (Single Rope Technique)

Merupakan teknik untuk melintasi lintasan vertical yang berupa satu lintasan tali. Teknik ini mengutamakan keselamatan dan kenyamanan saat penelusuran gua vertical. Dalam pelaksanaannya digunakan alat berupa srt set yang terdiri dari :
1.    Seat Harness
Seat Harness
 Dipergunakan untuk mengikat tubuh dan alat-alat lain. Dipasang di pinggang dan pangkal paha. Jenis-jenisnya adalah : Bucklet, Avantee, Croll, Rapid, dan Fracio.

2.    Chest Ascender (Croll)
Croll (Tertutup)
Croll (Terbuka)
 Dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali dipasang di dada. Dihubungkan ke Delta MR oleh Oval MR.
3.    Hand ascender (Jummar)
Jummar (Tertutup)

Jummar (Terbuka)
 Dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali di tangan. Di bagian bawah dipasang descender, tempat digantungkannya footloop dan cow’s tail.
4.    Descender
Descender
 Dipergunakan untuk menuruni tali. Ada beberapa jenis descender : capstand (ada dua macam : simple stop dan auto stop), whalestale, raple rack (ada dua macam : close rack dan open rack), figure of eight, dan beberapa jenis lagi yang prinsip kerjanya sama dengan figure of eight.
5.    Mailon Rapid
Delta MR

Oval MR
 Ada dua macam Malion Rapid (MR), yaitu : Oval MR untuk mengaitkan chest harness kepada Delta MR. Delta MR sendiri adalah alat untuk mengaitkan dua loop seat harness dan tempat mengkaitkan alat lain seperti descender berikut carabiners sebagai friksinya dan cow’s tail.
6.    Foot Loop
Foot Loop
 Dicantolkan ke carabiners yang terhubung ke hand ascender. Berfungsi sebagai pijakan kaki, ukuran dari foot loop harus pas, tidak terlalu panjang atau terlalu pendek. Hal ini sangat mengurangi kelelahan pada waktu ascending (gerakan menaiki tali) di pith-pithnya yang panjang.
7.    Cow’s Tail
Cow's Tail
 Memiliki dua buah ekor. Yang lebih panjang terkait di hand ascender, dan yang lebih pendek lagi bebas, dipergunakan untuk pengamanan saat  melewati lintasan intermediate, deviasi, melewati sambungan, tyrolean, dan traverse.
8.    Chest Harness

Webbing
 Untuk melekatkan chest ascender agar lebih merapat ke dada. Sehingga memudahkan gerakan sewaktu ascending normal, dan berguna untuk menahan tubuh bagian atas. Chest harness bias dibuat dari webbing.
9.    Carabiners Screw
Carabiners Screw
 Digunakan untuk menyambungkan alat-alat srt seperti penyambungan Hand ascender dengan cow’s tail, penyambungan Delta MR dengan descender.
10.    Carabiners Snap
Carabiners Snap
 Digunakan untuk pengamanan dihubungkan dengan cow’s tail.

Sekian postingan kali ini, terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa meninggalkan jejak :)
Baca selengkapnya »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Macam - Macam Lintasan Gua Vertikal


Karena lorong vertical tidak merata dan berbeda-beda, maka untuk keselamatan dan kemudahan saat melewati lintasan, maka ada beberapa variasi/macam lintasan sebagai konsekuensinya, yaitu :

1.    Lintasan Lurus, yaitu lintasan yang mulus ke bawah tanpa ada gesekan lintasan dengan dinding gua. Biasanya lintasan lurus dimiliki oleh gua yang meluas ke bawah.
2.    Lintasan Intermediate, bertujuan untuk menghilangkan gesekan tali dengan dinding gua, dengan membuat anchor pada titik gesekan.
3.    Lintasan Deviasi, berguna untuk menghilangkan friksi/gesekan tali dengan dinding gua, dibuat dengan cara menarik tali kearah luar gesekan.
4.    Lintasan Sambungan, dipakai pada lintasan dimana satu buah tali terpaksa disambung untuk mencapai dasar gua.

Terimakasih atas kunjungannya, dan jangan lupa meninggalkan jejak :)
Baca selengkapnya »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Survival Tumbuhan (Daun)

Sudah 2 minggu lebih saya gak bisa buka internet dan posting di blog ini karena ada uts, biasa anak sekolahan :) hehe. Langsung saja postingan kali ini tentang Survival tumbuhan.

Secara bahasa survival berasal dari bahasa inggris “survive” yang artinya bertahan hidup atau tetap hidup. Secara umum survival artinya cara bertahan hidup dalam keadaan yang tidak memungkinkan, dengan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di alam. Tetapi survival ini hanya digunakan dalam keadaan terdesak atau kepepet. Secara umum survival dibagi menjadi 4, yaitu: survival tumbuhan, daging, air dan tempat tinggal (bivoack). Tapi kali ini kita akan bahas tentang survival tumbuhan.



Survival tumbuhan bisa berupa semua bagian tumbuhan, bisa akar batang dan daun, tetapi kali ini kita bahas yang daun, karena ini yang biasa digunakan untuk bertahan hidup. Untuk dapat mengenali mana daun yang beracun, tidak beracun, boleh dimakan, ataupun tidak boleh dimakan tentu kita harus tahu ciri2 daun tersebut. Dan berikut ciri2 daun yang boleh dimakan dan tidak beracun : 
1. Tidak berlapis lilin.
Ciri ini bisa diketahui dengan mengenakan daun pada cahaya bila mengkilat bias dipastikan bahwa daun tersebut berlapis lilin.
2. Tidak berwarna mencolok.
3. Tidak bertulang daun keras.
Ciri ini bias diketahui dengan menekuk tulang daun, bila berbunyi maka bias dipastikan bahwa daun itu bertulang daun keras.
4. Tidak berduri.
5. Tidak berbulu.
6. Jika dioleskan atau digosokkan pada bagian sensitif, tidak gatal.
Bagian sensitive yang bias gunakan untuk menggosok daun adalah di antara bibir dan janggut, di pergelangan tangan yang biasa dipake untuk infus.
7. Biasa dimakan mamalia.
8. Tidak berbau menyengat.
9. Tidak bergetah.
Cara ini diketahui dengan mematahkan daun, bila setelah di patahkan muncul getah maka daun tersebut beracun.

Perlu diketahui bahwa dalam memetik daun, usahakan memetik secukupnya, serta untuk meminimalisir daun yang ada racunnya, bisa dengan memetik pucuk daun, karena pucuk daun biasanya kandungan racunnya tidak terlalu banyak atau sedikit. 
Sekian postingan saya, terima kasih. Dan jangan lupa meninggalkan jejak., Salam Lestari.,

Baca selengkapnya »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS